Tak serasa sudah 2 tahun aq tinggal di Yogya, tepatnya 25 bulan. Padahal pertama menginjak di kota dengan slogan berhati nyaman ini, aq merasa seperti orang yang tersesat tidak tahu harus bergantung kemana ???.
Kenapa aq di yogya ?? Perjalanan ini berawal dari ajakan teman satu tim waktu kerja di Pandeglang. bahwasanya pasca gempa di yogyakarta dibutuhkan tenaga di bidang kesehatan di salah satu NGO Internasional cabang Yogyakarta. Kamipun berempat langsung meluncur ke kota gudeg untuk melakukan wawancara. Tak disangka ternyata mereka hanya membutuhkan satu orang pegawai n celakanya aq yang diterima!!!
Mungkin orang lain beranggapan aneh terhadap pemikiranku??? wong dapet kerjaan kenapa dianggap musibah??? Hehehe… masalahnya (1) aq gak bilang ke ortu klo wawancara ke yogya, (2) yang diterima cuma satu orang, berarti aq sendirian di yogya, (3) aq gak punya saudara sama sekali di yogya, (4) aq gak bisa bahasa jawa, secara ternyata daerah dampingan lembaga ini di wilayah yang semuanya berbahasa jawa
. Walhasil berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang ada n mungkin ini salah satu bagian dari perjalanan hidupku, maka aq pun menerima tantangan ini.
Awalnya aq berencana tinggal selama 4 bulan saja (berdasarkan kontrak yang ada), tetapi waktu rasanya berjalan begitu cepat. Akhirnya aq menjadi staf tetap di NGO tersebut. Selama berkarir, banyak suka dan duka yang telah aq lewati… Dimulai dari adapatasi terhadap lingkungan sekitar, tempat kerja. Kemudian ada perselisihan atau pertikaian yang dilatarbelakangi oleh adanya cerita romantisme. Selain itu juga ada persaingan antar pegawai, yang menurutku kadang tidak kondusif.
Tetapi dari sinilah aq merasa banyak belajar dan membuka pikiranku. Salah satunya aq mulai belajar mengendalikan sisi egois dan emosiku, belajar berpikir lebih dewasa (tapi, mungkin dari segi perilaku masih anak-anak, yach harap maklum anak bungsu gitu loch!! hahahaha…). Selain itu, aq belajar mempelajari dan memahami karakter orang and many more…
Awalnya aq bingung tinggal di yogya… Kok bisa??? secara di sini tuch jarang menemukan angkot. Berbeda dengan tempat asalku, yang kata orang-orang disebut kota sejuta angkot!!. Tetapi, sesungguhnya ada angkutan kota semacam kopaja klo di Jakarta, itupun hanya sampai jam 6 sore n klo menunggu membutuhkan waktu seperti halnya kita membuat minum untuk tamu!!! Apabila kita jalan or pulang malam, salah satu alternatifnya naik becak atau taksi. Satu hal lagi, kehidupan masyarakat di yogya lebih senang naik motor atau sepeda, padahal perjalanan atau jarak yang ditempuh menurutku tidak terlalu jauh (yach semacam sedentary life). Tetapi dengan berjalannya waktu, sekitar awal tahun 2008 muncullah Transyogya yang beroperasi sampai sekitar jam setengah sepuluh malam.
Dari semua yang pernah aq alami ini, aq harus selalu berpikiran positif…. bahwa di balik kedukaan, kesulitan, tantangan pasti ada hikmah, berkah atau pelajaran yang bisa dipetik… Pantang menyerah, Caiyo, Ganbatte Kudasai, Aja aja Fighting, SEMANGAT!!!
Aq pasti akan merindukan suasana yogya baik selama di tempat kerja (ada banyak orang gokil abis di sini!!), teman seperjuangan di tempat kerja, di kost (ada adik dan teman yang bisa dijadikan tempat curhat), anak-anak sekolah dasar yang pernah aq dampingi (terutama duta higienitas and duta sehat), lingkungan yang jauh dari kemacetan, tempat-tempat pariwisata yang pernah aq kunjungi dan pastinya banyak lagi…
Yogyakarta… I will miss u…
DIarsipkan di bawah: Catatanku | Tagged: anak sekolah, catatan, gudeg, icha, pariwisata, perjalanan, risa yulia wulansari, sekolah, transyogya, yogyakarta
Hellooo…..aq lagi search di google mengenai Jogja…..karena tertarik untuk mencari rezeki disana….apakah memungkinkan dengan background aq sebagai early childhood educator?…aq seorahg ibu dengan satu anak…hmmm terlalu desperate kali yah…….just wanna try..gak ada salahnya kan…may be u can help me to find info about teacher/lecturer vacancy in Jogja…thanx…just send me the info trough my email irfiputri@yahoo.com.
Sory nich bahasanya campur aduk…hehehe..thanx a bunch yah…
Irfi
alow… salam kenal…
Mbak Irfi, sebelumnya maaf banget….sepertinya saya tidak bisa banyak membantu mbak, karena bulan depan saya sudah tidak tinggal di yogya lagi
Tetapi untuk mencari rezeki dengan menjadi seorang guru di Yogya, kesempatan itu pastilah ada…..asalkan ada kemauan !!!
Btw, klo boleh tahu posisi mbak sekarang ada dimana????
Saran saya, apabila mbak suka anak-anak, mungkin mbak bisa membuka situs LSM lokal atau internasional area DIY dimana target sasarannya anak-anak…
Good Luck yach…
Wul, Awhul…
tulisannya menyedihkan, jogja tidak sesedih itu kok.
yang lupa kamu tulis tentang rentang waktumu di jogja juga banyak, tetapi jangan dilupakan lah.
seperti “The Missing Motorcycle” atau “The Bizzared Love Triangle” bahkan “Icha Miaouw with the Engineer gang” malah mungkin juga bisa “the Dream of Awul”
Nah ditunggu tulisan tulisan seperti itu ya di sini.
Maju terus Awul jaya!
Pak KD, makasih yach sudah mengingatkannya…
Insyaallah…aq berusaha untuk menulis perjalanan dan pengalaman yang menarik selama di Yogya…
Tapi, mungkin gak semua…coz, agak sensitif gitu loch…!!!
Arigatou…
thank 4 invite me yach buat facebook sory gw lagi marahan ma facebook jadi ga bisa add, pernah di jogja to? tapi 24 bulan bukan waktu yang cukup buat kenal the real jogja is,
aq yang 1/4 abad di jogja sedari kecil belum juga merasa kenal baik jogja koq kata simbahku dulu klo di jogja belum cium TUGU and muter2 7x belum ke jogja namanya.
sudah pernah nge-kos di kampung neng tapi jangan ding tar ngurus surat pindah dari bogor lagi
Pak Iwojima asli yogyakarta yach??? Nama aslimu apa?? Apa qt pernah kenal or ketemu sebelumnya???