Namanya Neng Lilis (sunda banget khan…!!), kami biasa panggil dia “Neng”. Sebenarnya pertama aq kenal dia waktu kami masih duduk di sekolah dasar (lewat seorang teman), tapi mulai menjadi sahabat saat kami menimba ilmu di bangku sekolah menengah atas, tepatnya kelas 2 ‘n kebetulan juga kami satu meja… hehehehe (jika dilihat dari cerita sebelumnya, mungkin aq banyak bersahabat dengan orang yang pernah satu meja denganku, kecuali Ida). Walaupun kami memiliki kesibukan yang berbeda tapi yang membuat aq bangga terhadap persahabatanku adalah bahwa kami selalu komunikasi (not lost contact!!), selalu mengadakan temu kangen (yach… walaupun satu tahun sekali), biasanya kami saling berbagi cerita tentang up date kesibukan masing-masing ‘n selalu saling mengingatkan jika salah satu khilap…
Neng Lilis… menurutku dia yang paling kalem di antara kami semua, tapi sebenarnya bisa juga sich jika diajak gokil. Trus, muslimah banget, sabar terutama menghadapai anak-anak, jika memberikan nasehat-top abis dech gak ada duanya…hehehehe.
Neng Lilis adalah sahabat sejatiku, walaupun awalnya aq tidak menyadari itu. Aq menyadarinya ketika aq berselisih dengan seorang teman lain yang sudah ku anggap sahabat sejatiku. Semua isi hati dan perjalanan hidupku selalu ku ungkapkan padanya, tidak ada yang aq tutup-tutupi dari dia. Tapi suatu hari dia telah mengecewakan aq dan ternyata sangat menyakitkan…!!! Tapi sekarang aq memiliki seorang Neng…sahabat sejatiku. Bagiku… dia bisa memahami aq, bisa menjadi penenang apabila aq berada di antara situasi sulit, selalu memberikan motivasi dan nasehat terutama dari segi religius, penyejuk hatiku, aq merasa nyaman bercerita padanya, dia selalu ada untukku baik suka maupun duka…
Seperti pepatah orang bijak menyatakan bahwa “Persahabatan ibarat Tangan dan Mata, Apabila Tangan Terluka maka Mata Menangis, Apabila Mata Menangis maka Tangan menghapusnya….”
Neng…thanks for everything…,u’re my true best friend…!!!
DIarsipkan di bawah: Catatanku | Ditandai: Neng Lilis, sahabat sejati, true best friend