<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ICHA MIAO BLOG</title>
	<atom:link href="http://ichamiao.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ichamiao.wordpress.com</link>
	<description>coklat gak bikin gemuk</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Aug 2010 18:52:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ichamiao.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ICHA MIAO BLOG</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ichamiao.wordpress.com/osd.xml" title="ICHA MIAO BLOG" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ichamiao.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sekawan&#8230; (4)</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com/2008/09/01/sekawan-4/</link>
		<comments>http://ichamiao.wordpress.com/2008/09/01/sekawan-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 00:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risayuliawulansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[Neng Lilis]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat sejati]]></category>
		<category><![CDATA[true best friend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichamiao.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Namanya Neng Lilis (sunda banget khan&#8230;!!), kami biasa panggil dia &#8220;Neng&#8221;. Sebenarnya pertama aq kenal dia waktu kami masih duduk di sekolah dasar (lewat seorang teman), tapi mulai menjadi sahabat saat kami menimba ilmu di bangku sekolah menengah atas, tepatnya kelas 2 &#8216;n kebetulan juga kami satu meja&#8230; hehehehe (jika dilihat dari cerita sebelumnya, mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=70&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Namanya Neng Lilis (sunda banget khan&#8230;!!), kami biasa panggil dia &#8220;Neng&#8221;. Sebenarnya pertama aq kenal dia waktu kami masih duduk di sekolah dasar (lewat seorang teman), tapi mulai menjadi sahabat saat kami menimba ilmu di bangku sekolah menengah atas, tepatnya kelas 2 &#8216;n kebetulan juga kami satu meja&#8230; hehehehe (jika dilihat dari cerita sebelumnya, mungkin aq banyak bersahabat dengan orang yang pernah satu meja denganku, kecuali Ida). Walaupun kami memiliki kesibukan yang berbeda tapi yang membuat aq bangga terhadap persahabatanku adalah bahwa kami selalu komunikasi (not lost contact!!), selalu mengadakan <em>temu kangen</em> (yach&#8230; walaupun satu tahun sekali), biasanya kami saling berbagi cerita tentang up date kesibukan masing-masing &#8216;n selalu saling mengingatkan jika salah satu khilap&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Neng Lilis&#8230; menurutku dia yang paling kalem di antara kami semua, tapi sebenarnya bisa juga  sich jika diajak gokil. Trus, muslimah banget, sabar terutama menghadapai anak-anak, jika memberikan nasehat-top abis dech gak ada duanya&#8230;hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Neng Lilis adalah sahabat sejatiku, walaupun awalnya aq tidak menyadari itu. Aq menyadarinya ketika aq berselisih dengan seorang teman lain yang sudah ku anggap sahabat sejatiku. Semua isi hati dan perjalanan hidupku selalu ku ungkapkan padanya, tidak ada yang aq tutup-tutupi dari dia. Tapi suatu hari dia telah mengecewakan aq dan ternyata sangat menyakitkan&#8230;!!! Tapi sekarang aq memiliki seorang Neng&#8230;sahabat sejatiku. Bagiku&#8230; dia bisa memahami aq, bisa menjadi penenang apabila aq berada di antara situasi sulit, selalu memberikan motivasi dan nasehat terutama dari segi religius, penyejuk hatiku, aq merasa nyaman bercerita padanya, dia selalu ada untukku baik suka maupun duka&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti pepatah orang bijak menyatakan bahwa &#8220;Persahabatan ibarat Tangan dan Mata, Apabila Tangan Terluka maka Mata Menangis, Apabila Mata Menangis maka Tangan menghapusnya&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Neng&#8230;thanks for everything&#8230;,u&#8217;re my true best friend&#8230;!!!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ichamiao.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ichamiao.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichamiao.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichamiao.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ichamiao.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ichamiao.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ichamiao.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ichamiao.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ichamiao.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ichamiao.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ichamiao.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ichamiao.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ichamiao.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ichamiao.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ichamiao.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ichamiao.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=70&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichamiao.wordpress.com/2008/09/01/sekawan-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48f9899083217d94dfac78ea664d01c6?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">risayuliawulansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekawan&#8230; (3)</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/30/sekawan-3/</link>
		<comments>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/30/sekawan-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 00:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risayuliawulansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Sriwahyuni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichamiao.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Sahabatku lainnya bernama lengkap Sri Wahyuni, tapi dia ingin dipanggil Zola (seperti nama salah seorang pemain sepak bola di Liga Italia). Sebenarnya kami dulu satu SMP tetapi mulai dekat sebagai sahabat pada saat duduk di kelas 3IPA1 tingkat SMU &#8216;n kebetulan kami satu meja. Hal yang paling aq ingat pada masa itu, kami selalu membicarakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=63&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sahabatku lainnya bernama lengkap Sri Wahyuni, tapi dia ingin dipanggil Zola (seperti nama salah seorang pemain sepak bola di Liga Italia). Sebenarnya kami dulu satu SMP tetapi mulai dekat sebagai sahabat pada saat duduk di kelas 3IPA1 tingkat SMU &#8216;n kebetulan kami satu meja. Hal yang paling aq ingat pada masa itu, kami selalu membicarakan khayalan dan impian kami di masa depan. Trus, kami memiliki ketertarikan yang sama dalam musik dan film.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurutku seorang Zola&#8230; maniak and penggila bola abis !! terutama Liga Italia, karena dialah aq menjadi sedikit tahu mengenai dunia persepakbolaan hehehhe&#8230;. (yach selain pemain-pemainnya gak bikin bosen di mata gitu loch&#8230; hahahahaha). Selain itu, Zola pembelajar yang tangguh, memiliki kemauan supaya menjadi lebih baik, cenderung pendiam (masa sich&#8230;?!?!?), keinginannya banyak, and menyenangi dunia kuliner (calon ibu rumah tangga yang baik nich&#8230;!!!)heheheeee&#8230; <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Zola merupakan sahabat yang selalu berbagi cerita baik suka maupun duka and pengalaman ataupun perjalanan. Sahabat yang selalu menyempatkan diri dan waktu untuk bisa bertemu&#8230; I love that !!! Makanya gampang banget jika mau ketemuan, tinggal telp pastilah dia datang&#8230; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Keep Caiyo&#8230;Ganbatte&#8230;Aja aja Fighting&#8230; my best friend, ok!!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em><strong>To be continue&#8230;..</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ichamiao.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ichamiao.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichamiao.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichamiao.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ichamiao.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ichamiao.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ichamiao.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ichamiao.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ichamiao.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ichamiao.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ichamiao.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ichamiao.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ichamiao.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ichamiao.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ichamiao.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ichamiao.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=63&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/30/sekawan-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48f9899083217d94dfac78ea664d01c6?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">risayuliawulansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekawan&#8230; (2)</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/28/sekawan-2/</link>
		<comments>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/28/sekawan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 00:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risayuliawulansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[Ida Rosita]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichamiao.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Ida Rosita namanya. Pertama kami bersahabat saat masih duduk di kelas 2, tingkat menengah pertama. Kami sempat bersaing dalam hal prestasi di kelas. Apabila dibandingkan dengan sahabatku yang lain, dia merupakan sahabat yang paling aktif mengikuti organisasi di sekolah&#8230;Aq biasa panggil dia Ida, tapi ada beberapa teman dan guru waktu di SMU memanggilnya dengan sebutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=61&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ida Rosita namanya. Pertama kami bersahabat saat masih duduk di kelas 2, tingkat menengah pertama. Kami sempat bersaing dalam hal prestasi di kelas. Apabila dibandingkan dengan sahabatku yang lain, dia merupakan sahabat yang paling aktif mengikuti organisasi di sekolah&#8230;Aq biasa panggil dia Ida, tapi ada beberapa teman dan guru waktu di SMU memanggilnya dengan sebutan<em> Imeh</em> (heheheheeee&#8230;).</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang Ida&#8230; orang yang paling rame, gokil abis, mudah bergaul dan beradaptasi, ceplas ceplos &#8216;n <em>to the point</em>.  Menurutku ada sisi kelemahannya yaitu terkadang dia tidak memperhatikan perasaan orang lain walaupun aq tahu maksudnya bercanda&#8230; <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Apabila kami berempat kumpul &#8216;n gak ada dia&#8230;mungkin dunia ini akan hampa tanpa ada canda &#8216;n tawa ria!!! hehehe&#8230; just kidding&#8230; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kami memiliki kesibukan yang berbeda &#8216;n terkadang sulit untuk menemukan waktu yang tepat untuk bertemu dan kumpul bersama. Karena itu, salah satu agenda kami supaya tali silaturahmi tidak putus yaitu dengan mengadakan <em>temu kangen</em>, minimal satu kali dalam setahun (biasanya pada saat Lebaran, coz mudah untuk ngatur waktunya&#8230;.hehehehehee).</p>
<p style="text-align:justify;">Oia, for Ida&#8230; i hope u will be good teacher which were loved by ur students&#8230;. (^.^) V</p>
<p style="text-align:justify;">Coz, u&#8217;re the other one of my best friend&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em><strong>To be continue&#8230;..</strong></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ichamiao.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ichamiao.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichamiao.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichamiao.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ichamiao.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ichamiao.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ichamiao.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ichamiao.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ichamiao.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ichamiao.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ichamiao.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ichamiao.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ichamiao.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ichamiao.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ichamiao.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ichamiao.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=61&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/28/sekawan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48f9899083217d94dfac78ea664d01c6?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">risayuliawulansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekawan&#8230; (1)</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/26/sekawan-1/</link>
		<comments>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/26/sekawan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 09:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risayuliawulansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[arti sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[novitasari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichamiao.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Ada pepatah mengatakan bahwa mendapatkan satu sahabat sejati lebih sulit dari pada mendapatkan seribu teman&#8230;n menurutku itu benar adanya, karena pernah kualami sendiri!!! Selama perjalanan hidupku ini, aq mempunyai 4 sahabat yang sudah ku anggap saudara untuk berbagi suka dan duka. Semua sahabatku ini memiliki sifat, karakter n ciri khas tersendiri hehehehe&#8230; Sahabatku yang pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=53&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ada pepatah mengatakan bahwa mendapatkan satu sahabat sejati lebih sulit dari pada mendapatkan seribu teman&#8230;n menurutku itu benar adanya, karena pernah kualami sendiri!!! Selama perjalanan hidupku ini, aq mempunyai 4 sahabat yang sudah ku anggap saudara untuk berbagi suka dan duka. Semua sahabatku ini memiliki sifat, karakter n ciri khas tersendiri hehehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabatku yang pertama <strong>Novitasari</strong>, biasa dipanggil novi. Tapi klo aq panggil dia knov, tak ada arti atau maksud lain hanya supaya terdengar unik&#8230; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Aq pertama kenal dia waktu duduk di bangku sekolah menengah pertama, tepatnya kelas 2. Kebetulan saat itu kami satu meja dan mengikuti organisasi yang sama pula. Orang-orang di sekitar bahkan guru kami pun menilai kami seperti kucing dan anjing, karena kami selalu ribut atau berdebat atau terkadang tidak mau mengalah satu sama lain, padahal mungkin itu hal yang  sepele. Tetapi dari sinilah, semakin sering kami beradu otak maka semakin dekatlah tingkat emosional kami. Ada satu hal yang menjadi ciri khas seorang knov&#8230;apabila kami janjian berempat, pastilah dia yang paling telat dan terakhir datang &#8216;n sebagai gantinya dia harus mentraktir kami makan&#8230; hahahahahaa (padahal traktiran ultah).</p>
<p style="text-align:justify;">Di luar dari itu semua, aq sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan seorang knov. Kami bisa saling berbagi suka dan duka mulai dari cerita prestasi kuliah dan kerja bahkan sampai curhat romantis. Walaupun kami sekarang sudah jarang bertemu, karena dipisahkan oleh kesibukan masing-masing. Aq selalu berusaha untuk menjaga komunikasi dan silaturahmi di antara kami, walaupun aq harus selalu pertama menghubungi dia!!!</p>
<p style="text-align:justify;">But, I like her &#8216;n one of my best friend..</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>To be continue&#8230;..</em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ichamiao.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ichamiao.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichamiao.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichamiao.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ichamiao.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ichamiao.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ichamiao.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ichamiao.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ichamiao.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ichamiao.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ichamiao.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ichamiao.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ichamiao.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ichamiao.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ichamiao.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ichamiao.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=53&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/26/sekawan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48f9899083217d94dfac78ea664d01c6?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">risayuliawulansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Kecil selama di Yogya&#8230;</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/25/catatan-kecil-selama-di-yogya/</link>
		<comments>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/25/catatan-kecil-selama-di-yogya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 07:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risayuliawulansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg]]></category>
		<category><![CDATA[icha]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[risa yulia wulansari]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[transyogya]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichamiao.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Tak serasa sudah 2 tahun aq tinggal di Yogya, tepatnya 25 bulan. Padahal pertama menginjak di kota dengan slogan berhati nyaman ini, aq merasa seperti orang yang tersesat tidak tahu harus bergantung kemana ???. Kenapa aq di yogya ?? Perjalanan ini berawal dari ajakan teman satu tim waktu kerja di Pandeglang. bahwasanya pasca gempa di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=38&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak serasa sudah 2 tahun aq tinggal di Yogya, tepatnya 25 bulan. Padahal pertama menginjak di kota dengan slogan berhati nyaman ini, aq merasa seperti orang yang tersesat tidak tahu harus bergantung kemana ???.</p>
<p>Kenapa aq di yogya ?? Perjalanan ini berawal dari ajakan teman satu tim waktu kerja di Pandeglang.  bahwasanya pasca gempa di yogyakarta dibutuhkan tenaga di bidang kesehatan di salah satu NGO Internasional cabang Yogyakarta. Kamipun berempat langsung meluncur ke kota gudeg untuk melakukan wawancara. Tak disangka ternyata mereka hanya membutuhkan satu orang pegawai n celakanya aq yang diterima!!!</p>
<p>Mungkin orang lain beranggapan aneh terhadap pemikiranku??? wong dapet kerjaan kenapa dianggap musibah??? Hehehe&#8230; masalahnya (1) aq gak bilang ke ortu klo wawancara ke yogya, (2) yang diterima  cuma satu orang, berarti aq sendirian di yogya, (3) aq gak punya saudara sama sekali di yogya, (4) aq gak bisa bahasa jawa, secara ternyata daerah dampingan lembaga ini di wilayah yang semuanya berbahasa jawa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Walhasil berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang ada n mungkin ini salah satu bagian dari perjalanan hidupku, maka aq pun menerima tantangan ini.</p>
<p>Awalnya aq berencana tinggal selama 4 bulan saja (berdasarkan kontrak yang ada), tetapi waktu rasanya berjalan begitu cepat. Akhirnya aq menjadi staf tetap di NGO tersebut. Selama berkarir, banyak suka dan duka yang telah aq lewati&#8230; Dimulai dari adapatasi terhadap lingkungan sekitar, tempat kerja. Kemudian ada perselisihan atau pertikaian yang dilatarbelakangi oleh adanya cerita romantisme. Selain itu juga ada persaingan antar pegawai, yang menurutku kadang tidak kondusif.</p>
<p>Tetapi dari sinilah aq merasa banyak belajar dan membuka pikiranku. Salah satunya aq mulai belajar mengendalikan sisi egois dan emosiku, belajar berpikir lebih dewasa (tapi, mungkin dari segi perilaku masih anak-anak, yach harap maklum anak bungsu gitu loch!! hahahaha&#8230;). Selain itu, aq belajar mempelajari dan memahami karakter orang and many more&#8230;</p>
<p>Awalnya aq bingung tinggal di yogya&#8230; Kok bisa??? secara di sini tuch jarang menemukan angkot. Berbeda dengan tempat asalku, yang kata orang-orang disebut kota sejuta angkot!!. Tetapi, sesungguhnya ada angkutan kota semacam kopaja klo di Jakarta, itupun hanya sampai jam 6 sore n klo menunggu membutuhkan waktu seperti halnya kita membuat minum untuk tamu!!! Apabila kita jalan or pulang malam, salah satu alternatifnya naik becak atau taksi. Satu hal lagi, kehidupan masyarakat di yogya lebih senang naik motor atau sepeda, padahal perjalanan atau jarak yang ditempuh menurutku tidak terlalu jauh (yach semacam sedentary life). Tetapi dengan berjalannya waktu, sekitar awal tahun 2008 muncullah Transyogya yang beroperasi sampai sekitar jam setengah sepuluh malam.</p>
<p>Dari semua yang pernah aq alami ini, aq harus selalu berpikiran positif&#8230;. bahwa di balik kedukaan, kesulitan, tantangan pasti ada hikmah, berkah atau pelajaran yang bisa dipetik&#8230; Pantang menyerah, Caiyo, Ganbatte Kudasai, Aja aja Fighting, SEMANGAT!!!</p>
<p>Aq pasti akan merindukan suasana yogya baik selama di tempat kerja (ada banyak orang gokil abis di sini!!), teman seperjuangan di tempat kerja, di kost (ada adik dan teman yang bisa dijadikan tempat curhat), anak-anak sekolah dasar yang pernah aq dampingi (terutama duta higienitas and duta sehat), lingkungan yang jauh dari kemacetan, tempat-tempat pariwisata yang pernah aq kunjungi dan pastinya banyak lagi&#8230;</p>
<p>Yogyakarta&#8230; I will miss u&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ichamiao.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ichamiao.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichamiao.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichamiao.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ichamiao.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ichamiao.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ichamiao.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ichamiao.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ichamiao.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ichamiao.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ichamiao.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ichamiao.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ichamiao.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ichamiao.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ichamiao.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ichamiao.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=38&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/25/catatan-kecil-selama-di-yogya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48f9899083217d94dfac78ea664d01c6?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">risayuliawulansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANTISIPASI TERHADAP BAHAYA PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/25/antisipasi-terhadap-bahaya-pada-jajanan-anak-sekolah/</link>
		<comments>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/25/antisipasi-terhadap-bahaya-pada-jajanan-anak-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 06:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risayuliawulansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[anti kempal]]></category>
		<category><![CDATA[bahan tambahan makanan (BTM)]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[msg]]></category>
		<category><![CDATA[pemanis]]></category>
		<category><![CDATA[pemutih]]></category>
		<category><![CDATA[pengawet]]></category>
		<category><![CDATA[pengemulsi]]></category>
		<category><![CDATA[pewarna]]></category>
		<category><![CDATA[risayuliawulansari]]></category>
		<category><![CDATA[zat gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichamiao.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=30&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=30&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/25/antisipasi-terhadap-bahaya-pada-jajanan-anak-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48f9899083217d94dfac78ea664d01c6?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">risayuliawulansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingkah Pendidikan Nutrisi di Sekolah, di Rumah atau di Masyarakat</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/17/pentingkah-pendidikan-nutrisi-di-sekolah-di-rumah-atau-di-masyarakat/</link>
		<comments>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/17/pentingkah-pendidikan-nutrisi-di-sekolah-di-rumah-atau-di-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 04:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risayuliawulansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[bahan tambahan makanan (BTM)]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan nutrisi]]></category>
		<category><![CDATA[risayuliawulansari]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[status gizi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha kesehatan sekolah (uks)]]></category>
		<category><![CDATA[zat gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichamiao.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Asupan gizi anak-anak sekolah dasar di beberapa wilayah Indonesia sangat memprihatinkan. Padahal, setiap harinya dibutuhkan asupan gizi yang baik supaya anak-anak ini memiliki pertumbuhan kesehatan dan perkembangan intelektual yang baik, sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. Kegiatan anak di sekolah menyita waktu terbesar dari aktivitas keseluruhan sehari-hari, termasuk aktivitas makan. Makanan jajanan di sekolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=15&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Asupan gizi anak-anak sekolah dasar di beberapa wilayah Indonesia sangat memprihatinkan. Padahal, setiap harinya dibutuhkan asupan gizi yang baik supaya anak-anak ini memiliki pertumbuhan kesehatan dan perkembangan intelektual yang baik, sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. Kegiatan anak di sekolah menyita waktu terbesar dari aktivitas keseluruhan sehari-hari, termasuk aktivitas makan. Makanan jajanan di sekolah ternyata sangat berisiko menggangu kesehatan baik jangka pendek atau jangka panjang. Pada umumnya perilaku makan yang sering menjadi masalah adalah kebiasaan makan di kantin atau warung di sekitar sekolah dan kebiasaan makan <em>fast food</em>. Selain itu pengetahuan anak dan orang tua mengenai makanan yang sehat bebas dari Bahan Tambahan Makanan (BTM) berupa pewarna, pengawet, pemanis dan penyedap masih kurang. Masalah kekurangan nutrisi bukan semata kekurangan makanan, sehingga menghambat pertumbuhan perkembangan anak, tetapi juga karena perubahan paradigma yang lebih mendorong pola pertumbuhan dan status gizi anak sebagai salah satu indikator kesejahteraan. Kondisi ini didukung oleh maraknya media elektronik TV dan radio menayangkan iklan makanan kemasan yang menarik dan telah menyihir anak-anak menjadi aktif memilih makanan yang disukai mereka. Oleh karena itu bisa mempengaruhi diet mereka setiap hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kebutuhan energi anak semakin besar. Hal ini dikarenakan anak sudah banyak melakukan aktivitas lainnya di luar sekolah. Mulai usia memasuki remaja kebutuhan gizi anak laki-laki dengan anak perempuan berbeda. Anak laki-laki lebih banyak melakukan aktivitas sehingga membutuhkan energi yang lebih banyak, sedangkan anak perempuan membutuhkan protein dan zat besi lebih banyak karena sudah memasuki tahap menstruasi. Oleh karena hal-hal tersebut di atas, maka dibutuhkan program pemenuhan kebutuhan dan hak kesehatan anak usia sekolah dasar terkait dengan pendidikan gizi dan kesehatan sangatlah penting. Hal ini bisa berdampak terhadap peningkatan kemampuan prestasi belajar di sekolah. Pendidikan nutrisi selama ini hanya sebatas pengetahuan tentang zat gizi makro (Karbohidrat, Protein, Lemak) serta fungsinya. Pengetahuan nutrisi lainnya seperti kandungan gizi suatu jenis makanan, porsi makanan yang harus dikonsumsi oleh tubuh, serta higienitas makanan dan pengaruh BTM bagi kesehatan masih kurang bahkan tidak dipelajari di sekolah. Selama ini anak mendapat pengetahuan tentang nutrisi diperoleh dari penyisipan pada mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah.<span> </span>Itupun bila gurunya memiliki kreatifitas dan menganggap hal ini sangat penting, jika tidak maka pengetahuan anak-anak semakin minim.<span> </span>Pendidikan nutrisi ini tidak bisa berdiri sendiri begitu saja di sekolah, tetapi harus mendapatkan dukungan dari orang tua wali dan pemerintah (puskesmas, dinas kesehatan, dll). Pendidikan nutrisi bagi anak tidak hanya diajarkan di sekolah, tetapi perlu juga di rumah yang dapat diberikan melalui orang tua. Selain itu, pendidikan nutrisi bisa diterapkan juga di tingkat masyarakat melalui pertemuan dusun atau desa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Pendidikan Nutrisi di Sekolah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Salah satu masalah mengenai gizi bagi anak-anak sekolah yang menonjol adalah seringnya jajan sembarangan di sekolah, sedangkan di rumah sering anak-anak tidak mau makan. Pada umumnya anak tidak sarapan, makan tidak teratur dan pada akhirnya tidak terpenuhi nilai kebutuhan gizinya, sehingga biasanya masalah-masalah yang timbul pada anak-anak seperti obesitas, anorexia nervosa, dan defisiensi zat besi pada anak perempuan sering kali muncul.<span> </span>Untuk mengurangi kebiasaan anak sekolah makan jajanan yang tidak sehat dan tidak aman, perlu dilakukan usaha promosi keamanan pangan baik kepada pihak sekolah (kepala sekolah, guru, murid), masyarakat (orang tua murid), serta pedagang. Terbangunnya kebersamaan dan kerjasama antara guru, orang tua murid, kepala sekolah dan anak-anak dalam membangun pentingnya pemahaman mengenai asupan gizi bagi anak-anak akan dapat menciptakan intensitas dan kualitas yang lebih baik dalam meningkatkan perkembangan pendidikan dan kesehatan anak. Peran orang tua dan pihak sekolah sangat penting dalam menggerakan pola asupan makanan yang tepat di lingkungan sekolah, karena disitulah peran tumbuh kembang generasi yang sehat cerdas dan berkualitas ditopang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Salah satu bentuk solusi yang mungkin antara lain adalah koordinasi antara pihak sekolah, persatuan wali murid di bawah pengawasan Pusat Kesehatan Masyarakat setempat perlu ditingkatkan. Kolaborasi pihak-pihak tersebut bisa juga diwujudkan dengan menyajikan makanan ringan pada waktu istirahat sekolah atau makan siang yang bisa diatur porsi dan nilai gizinya bagi anak-anak. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mencegah anak tidak jajan sembarangan. Dengan menyelenggarakan kegiatan penyediaan makanan tambahan tersebut diharapkan mendapat hal-hal positif, misalnya anak sudah ada jaminan makanan di sekolah sehingga orang tua tidak khawatir dengan makanan yang dimakan anaknya di sekolah. Selain itu, anak dikenalkan berbagai jenis bahan makanan yang mungkin tidak disukai anak ketika disajikan di rumah, tetapi akan menerima apabila disajikan di sekolah. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dengan demikian, anak dapat mengenal aneka bahan pangan yang mungkin belum dikenal sebelumnya. Bila upaya tersebut belum dapat terealisasi, maka alternartif lainnya adalah orang tua harus lebih aktif dapat menyiapkan bekal makanan bagi anak. Permasalahnya sekolah dan pihak-pihak tersebut memiliki banyak keterbatasan, berarti tidak setiap kali kalau bisa, anak makan makanan yang disiapkan oleh pihak sekolah. Hal ini disebabkan biaya amat terbatas dari pihak sekolah sehingga bila anak dibekali makanan dari rumah oleh orang tua maka problem ini bisa diatasi dengan sendirinya. Makanan yang dibawa anak dari rumah tentu tergantung pada kemampuan dan pengetahuan orangtua, yang terpenting harus diperhatikan adalah bahwa bekal tersebut dapat menutupi asupan unsur zat gizi yang kurang atau lebih bagus lagi bila memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Pada umumnya anak memilih jajanan atau makanan yang disenanginya dan biasanya jajanan tersebut memiliki nilai gizi kurang, seringkali setiba di rumah mereka tidak ingin makan lagi. Anak juga lebih mudah terpengaruh lingkungan disekitarnya terutama melalui media elektonik (televisi atau radio) atau juga pengaruh teman-temannya. Anak-anak sudah dapat memilih dan menentukan makanan yang disukai atau tidak dan sayangnya seringkali anak memilih makanan yang salah, ditambah jika orang tua tidak memberi petunjuk apa-apa pada anaknya. <span> </span>Berdasarkan beberapa hal di atas, maka anak sekolah perlu diberi pendidikan nutrisi di sekolah secara spesifik baik berupa pengetahuan, praktek dan sikap mengenai makan dan jenis makanan yang sehat. <span> </span>Pendidikan nutrisi ini tidak terbatas pengetahun zat gizi mikro, akan lebih baik apabila anak bisa memperkirakan jumlah asupan makanan dan energi yang digunakan setiap harinya. Selain itu, anak bisa mulai waspada dan menyadari kandungan zat gizi atau zat-zat lainnya yang mereka konsumsi terutama BTM yang tidak aman pada makanan atau jajanan mereka. Pemberian pengetahuan dapat dilakukan guru melalui pengajaran di sekolah. Dibalik pemberian pengetahuan ini, dimaksudkan agar anak dapat menularkan kembali pengetahuan nutrisi mereka kepada lingkungannya. Pengetahuan dan praktek lebih dulu dilakukan sehingga membawa perubahan pada anak yaitu dalam sikapnya. Hal ini perlu dilakukan secara perlahan dan pasti sehingga anak tidak merasa ditekan atau terpaksa melakukannya.<span> </span>Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah adanya kerjasama antara pemerintah dan pihak sekolah dengan menggiatkan kembali kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). UKS dapat dijadikan sarana dalam pembelajaran pendidikan nutrisi di sekolah. Pendidikan nutrisi dapat diberikan di kegiatan UKS, seperti anak membuat media poster atau gambar tentang makanan yang sehat bebas dari BTM sintetis. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Salah satu pendekatannya bias dengan dibentuk team khusus seperti <em>healthy food club</em>. <span> </span>Team tersebut beranggotakan anak-anak yang didampingi guru, dan berdiri sendiri atau dimasukan dalam struktur UKS di sekolah. <span> </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kesemua alternatif ini tidak terlepas dukungan dari pihak sekolah dan yang penting juga dukungan dari orang tua murid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Pendidikan Nutrisi di Rumah atau di Masyarakat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Kritikan yang signifikan dari guru atau orang dewasa bagi anak bisa mempengaruhi pilihan anak selama masa sekolah dan pengaruh ini bisa mengalahkan pengaruh yang dibawanya dari rumah. Semakin anak bertumbuh besar dan mempunyai uang saku untuk dibelanjakan, maka mereka akan mengkonsumsi lebih banyak makanan di luar rumah. Semakin banyak jumlah anak yang dibiarkan jajan tanpa pengawasan orang tua, maka mutu makanan yang mereka konsumsi kemungkinan besar tidak terkendali, terutama keseimbangan zat gizinya. Oleh karena itu, pendidikan nutrisi tidak hanya diberikan di sekolah tetapi diterapkan pula di rumah. Salah satu alternatifnya adalah dibuat peraturan bahwa seluruh keluarga paling tidak mesti makan bersama sekali dalam sehari. Hal lain seperti teladan orang tua dengan memperlihatkan makanan baru akan mendorong anak untuk menkonsumsi makanan yang beragam juga berpengaruh bagi anak. <span> </span>Hal ini bisa mempermudah untuk mengontrol jumlah natrium, gula dan lemak pada makanan yang dipersiapkan di rumah daripada yang dibeli diluar rumah. Karena konsumsi diet harian yang tidak seimbang dapat mempengaruhi persoalan kesehatan kronik seperti obesitas, sakit jantung, kanker, osteoporosis dan lainnya. <span> </span>Selain itu, perlu juga mengikut sertakan anak-anak dalam penyiapan makanan. Ini akan membantu anak menyadari apa yang terkandung dalam makanan mereka, dan cara yang baik untuk mengenal pengetahuan gizi sejak awal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Pemenuhan kebutuhan gizi dalam keluarga erat hubungannya dengan gaya hidup keluarga. Untuk itu pendidikan nutrisi ditujukan bagi setiap anggota keluarga secara menyeluruh. <span> </span>Gaya hidup keluarga ini erat kaitannya dengan perilaku keluarga secara khusus, dan secara umum budaya masyarakat disekitarnya. Cara mengolah dan memasak bahan makanan, serta memilih bahan makanan yang baik untuk dimasak merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan oleh setiap anggota keluarga. Di tingkat masyarakat, pendidikan nutrisi dapat diberikan dalam pertemuan/perkumpulan atau organisasi kemasyarakatan. Lebih spesifik dengan adanya pemberdayaan masyarakat berupa dibentuknya tim kader nutrisi di masyarakat. <span> </span>Kader nutrisi ini perlu dibekali pengetahuan nutrisi yang memadai melalui penyegaran dan pelatihan. <span> </span>Dalam hal ini pemerintah terutama dinas kesehatan atau puskesmas setempat ikut memberi peranan dan dukungan dalam pemberian pengetahuan nutrisi pada kader nutrisi di masyarakat. Peran kader nutrisi ini diantaranya adalah menginformasikan pesan-pesan gizi, pelayanan gizi dan pemanfaatan lahan pekarangan yang mana seluruh kegiatan yang disampaikan dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">Berdasarkan pemaparan di atas, maka pentingkan pendidikan nutrisi? Jawabannya adalah PENTING!. Pendidikan nutrisi ini tidak hanya diberikan di sekolah, tetapi dilengkapi dan diterapkan di rumah dan masyarakat. Program ini tidak akan lepas dari dukungan pemerintah (dinas kesehatan, puskesmas, dan instansi yang terkait).<span> </span>Tentunya kehilangan generasi emas karena masalah nutrisi akan sangat buruk bila terjadi, maka pendidikan nutrisi untuk menyelamatkan generasi emas kita perlu dimulai.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ichamiao.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ichamiao.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichamiao.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichamiao.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ichamiao.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ichamiao.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ichamiao.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ichamiao.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ichamiao.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ichamiao.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ichamiao.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ichamiao.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ichamiao.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ichamiao.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ichamiao.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ichamiao.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=15&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/17/pentingkah-pendidikan-nutrisi-di-sekolah-di-rumah-atau-di-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48f9899083217d94dfac78ea664d01c6?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">risayuliawulansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspada : Fakta Bahwa Asupan Zat Gizi di Masyarakat Masih Kurang</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/11/waspada-fakta-bahwa-asupan-zat-gizi-di-masyarakat-masih-kurang/</link>
		<comments>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/11/waspada-fakta-bahwa-asupan-zat-gizi-di-masyarakat-masih-kurang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 09:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risayuliawulansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[asupan zat gizi]]></category>
		<category><![CDATA[ichamiao]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pangan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[potensi lokal]]></category>
		<category><![CDATA[risa yulia wulansari]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha kesehatan sekolah (uks)]]></category>
		<category><![CDATA[zat gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichamiao.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan hasil survey konsumsi makanan secara kualitatif dengan metode FFQ (Food Frequency Quesionnaire) yang dilakukan di tingkat rumah tangga di wilayah Gunung Kidul, Kulon Progo dan Wonogiri diperoleh hasil bahwa konsumsi asupan real keluarga terhadap angka kecukupan zat gizi masih sangat kurang. Asupan zat gizi dianggap masih kurang, hal ini dikarenakan jumlah ketersediaan makanan masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=11&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berdasarkan hasil survey konsumsi makanan secara kualitatif dengan metode FFQ (<em>Food Frequency Quesionnaire</em>) yang dilakukan di tingkat rumah tangga di wilayah Gunung Kidul, Kulon Progo dan Wonogiri diperoleh hasil bahwa konsumsi asupan real keluarga terhadap angka kecukupan zat gizi masih sangat kurang.  Asupan zat gizi dianggap masih kurang, hal ini dikarenakan jumlah ketersediaan makanan masih kurang dari angka kecukupan yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari semua keluarga lebih banyak mengkonsumsi makanan mengandung karbohidrat seperti nasi, singkong, umbi-umbian, jagung, pisang dan mie tanpa diimbangi dengan zat gizi lainnya. Zat gizi protein diperoleh dari mengkonsumsi tahu/tempe dan telur.  Selain itu, pola makan keluarga yang kurang seimbang dimana umumnya keluarga mengkonsumsi dengan pola menu “yang penting ada nasi, tahu atau tempe dan sayur” sudah dianggap cukup ditambah jumlah makanan yang dikonsumsi yang tidak seimbang. Dimana persentase jumlah nasi yang dikonsumsi lebih banyak dari kecukupan dibandingkan makanan pendampingnya (tahu/tempe dan sayur).  Ditambah kebiasaan setelah makan minum air teh manis yang bisa menghambat penyerapan zat gizi di dalam tubuh, terutama Fe. Dengan pengetahuan gizi yang benar, maka orang akan tahu dan berupaya untuk mengatur pola makannya sedemikian rupa (tidak berkekurangan dan tidak berlebihan), dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Adanya kultur atau tradisi bahwa makanan seperti daging ayam dan sapi merupakan makanan istimewa dimana hanya dikonsumsi pada hari-hari khusus atau bila ada pesta juga sangat berpengaruh. Selain itu, ada prioritas kebutuhan di dalam kelurga, dimana pangan tidak dijadikan prioritas utama. Sebagai contoh kasus ada beberapa keluarga yang dianggap memiliki daya beli tinggi dapat membeli semua jenis makanan, tapi lebih mementingkan kebutuhan sandang atau papan daripada pangan yang jelas-jelas lebih berdampak penting bagi masa depan anak. Penyebab masalah keseimbangan gizi yang lain adalah gizi yang dikonsumsi masih kurang dikarenakan pengetahuan keluarga tentang kandungan zat gizi dalam suatu makanan masih sangat kurang. Pada umumnya pengetahuan mereka hanya sebatas zat gizi makro yaitu karbohidrat, protein dan lemak akan tetapi itupun masih banyak terjadi kekeliruan.  Contoh kasus misalnya pisang umumnya dianggap banyak mengandung vitamin atau mineral. Padahal walaupun pisang bukan termasuk makananan pokok melainkan kategori buah-buahan tetapi kandungan zat gizi tertingginya adalah sama yaitu karbohidrat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pengetahuan keluarga tentang cara pengelolaan makanan yang baik juga masih kurang.  Contoh kasus yang muncul antara lain adalah banyaknya keluarga yang mencuci sayuran setelah sayuran tersebut dipotong-potong terlebih dahulu. Padahal cara tersebut bisa menyebabkan zat gizi dalam sayuran hilang. Kasus lainnya, ketika memasak umumnya menambahkan garam diberikan pada saat masakan masih di atas kompor. Padahal cara tersebut dapat menyebabkan zat yodium dalam garam cepat menguap. Hal ini juga membuktikan hasil survey mengenai keseimbangan gizi ini masih bermasalah sehingga dapat disimpulkan bahwa asupan yodium dan zat mikro lainnya masih kurang dibandingkan dengan angka kecukupannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Variasi menu dalam keluarga juga masih dianggap kurang.  Hal ini menyebabkan anak lebih suka jajan dibandingkan makan dari masakan rumah.  Hal ini disebabkan karena anak merasa bosan dengan makanan lokal. Makanan atau snack lokal biasanya dibuat dari satu jenis bahan makanan yang sama. Makanan lokal dianggap tidak gaul karena rasa dan bentuknya tidak menarik. Anak lebih senang mendapatkan uang saku daripada harus membawa bekal makanan dari rumah. Padahal di sekolah konsumsi anak tidak dapat dikontrol oleh keluarga. Anak lebih senang membeli makanan dengan warna yang menarik tanpa memperdulikan atau memperhatikan zat warna tersebut berasal. Kebanyakan pedagang terutama di sekolah-sekolah untuk mendapatkan keuntungan yang besar, mereka menggunakan zat pewarna untuk tekstil karena lebih murah dibandingkan zat pewarna makanan. Selain itu, anak lebih senang mengkonsumsi makanan dengan pengemas yang bergambar menarik, padahal makanan tersebut kemungkinan banyak mengandung zat pengawet dan MSG (Monosodium glutamate). Kenyataan ini membuktikan anak jarang sarapan pagi di rumah. Mereka mengandalkan jajan di sekolah yang kondisi kemanan dan kesehatannya belum terjamin untuk kebutuhan gizi dan energi selama mereka beraktivitas</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Risiko</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kira-kira dampak apa yang akan terjadi apabila jumlah konsumsi makanan yang kurang dan asupan zat gizi yang tidak seimbang terus terjadi seperti pada temuan di atas? Berikut ini beberapa analisa risiko yang bisa terjadi:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Menurunnya kemampuan belajar/berfikir</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">Asupan zat gizi anak-anak sekolah masih sangat memprihatinkan. Padahal asupan gizi yang baik setiap harinya dibutuhkan supaya memiliki kemampuan intelektual yang baik sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. Kurang gizi pada usia muda dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan kemampuan berfikir. Karena organ otak mencapai bentuk maksimal pada usia dua tahun. Apabila kekurangan gizi dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanent. Oleh karena itu, Kemampuan anak belajar atau prestasi anak di sekolah menjadi menurun. Anak usia sekolah merupakan investasi bangsa, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Sehingga kewajiban kita sebagai orang tua harus selalu memperhatikan kualitas dan kuantitas asupan gizi anak. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan anak-anak saat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Menurunnya pertumbuhan, kemampuan fisik dan ketahanan tubuh rentan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">Pada umumnya banyak keluarga yang masih tidak peduli terhadap asupan kandungan gizi yang dikonsumsi oleh anak-anaknya.  Mereka lebih banyak peduli bahwa “yang penting anak kenyang”, tanpa memperhatikan keseimbangan gizinya.  Padahal akibat dari asupan gizi yang kurang diantaranya daya tahan tubuh terhadap tekanan atau stress menjadi menurun.  Sistem imunitas dan antibodi berkurang, sehingga mudah terserang infeksi seperti pilek, batuk, dan diare.  Pada anak-anak hal ini dapat bisa berbahaya dan bahkan bisa membawa kematian. Tumbuh kembangnya anak usia sekolah yang optimal juga tergantung pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik dan benar.  Pada masa tumbuh kembang tersebut pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak-anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna sehingga dampak masalah gizi bagi anak sekolah dapat berupa gangguan pertumbuhan dan kesegaran jasmani yang rendah. Oleh karena itu, pertumbuhan dan perkembangan anak harus diperhatikan sedini mungkin, agar terhindar dari ancaman berbagai penyakit yang bisa berujung pada kematian.  Salah satu contoh yang bisa diambil adalah kasus-kasus di daerah endemik Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), akibatnya pertumbuhan penduduknya sangat terhambat seperti cebol atau kretinisme.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--> 3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Ancaman malnutrisi dan penyakit</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">Kurangnya asupan zat gizi yang seimbang dalam jangka panjang dapat menyebabkan ancaman malnutrisi bahkan dimulai pada saat kehamilan atau dalam kandungan ibu.  Malnutrisi ini bisa menyebabkan kematian apabila tidak ditanggani sedini mungkin.  Selain malnutrisi, ada ancaman penyakit lain yang disebabkan makanan atau jajanan anak sekolah.  Jajanan yang mengadung zat kimia dan bersifat karsinogenik, seperti zat pengawet (formalin, borax), pewarna sintetik, perasa (MSG) dapat terakumulasi pada tubuh yang dalam jangka panjang menyebabkan penyakit kanker dan tumor.  Apabila anak mengkonsumsi asupan gizi yang tidak seimbang, maka ancamannya berupa penyakit seperti anemia defisiensi zat besi, kekurangan vitamin A (KVA), bahkan gangguan akibat kekurangan yodium di suatu komunitas terutama daerah endemik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> Alternatif penyelesaian</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada beberapa pikiran alternatif untuk perbaikan ke depan, sehingga tercipta manusia atau generasi bangsa yang sehat baik jasmani maupun rohani, diantaranya:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Optimalkan potensi lokal</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Meskipun berbagai potensi bahan pangan lokal di Indonesia melimpah, namun pengolahan terhadap potensi-potensi tersebut masih kurang.  Selain itu, berbagai potensi tersebut belum pula dikembangkan menjadi makanan yang bervariasi. Ada beberapa hal penyebab potensi lokal belum dapat diolah dan dikembangkan secara optimal, antara lain masih kurangnya pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang dimiliki masyarakat.  Biasanya mereka ingin praktis dengan langsung mengolah pangan lokal tanpa upaya memberikan nilai lebih pada bahan berpotensi tersebut. Salah satu upaya dalam pengembangan konsumsi pangan dilaksanakan melalui pengembangan pangan lokal, karena pangan lokal merupakan pangan yang sudah dikenal, mudah diperoleh, jenisnya beragam.  Dalam hal ini pengembangan pangan lokal diharapkan dapat meningkatkan konsumsi pangan yang beragam di tingkat rumah tangga. Ada dua jenis potensi lokal, yaitu potensi fisikal seperti kekayaan laut, hutan, alam secara keseluruhan, dan potensi kultural, yakni wujud kretivitas sebagai respon akal budi atas potensi fisikal yang ada.  Berbagai bahan pangan yang berwujud umbi-umbian yang belum dimanfaatkan untuk diolah secara maksimal menjadi aneka makanan.  Padahal apabila dikembangkan bahan pangan seperti singkong, ketela rambat, sukun, jagung dan sebagainya itu dapat diolah sebagai bahan makanan ringan dan makanan pokok.  Selain itu talas, singkong dan umbi-umbian lokal lainnya adalah beberapa contoh bahan baku kudapan yang mudah diperoleh.  Tanaman tersebut masih banyak dijumpai karena memiliki kemampuan menyesuaikan diri di lingkungan di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Umbi-umbian tersebut memiliki kandungan gizi yang tinggi.  Misalnya saja ”suweg” memiliki kandungan kalsium yang baik bagi pertumbuhan anak, dapat menguatkan tulang dan gigi bagi anak maupun orang dewasa.  ”Kimpul”, selain mengadung kalsium, juga mengadung kalori yang digunakan tubuh untuk beraktivitas.  Sedangkan ubi memiliki kandungan fosfor tinggi yang digunakan tubuh untuk proses metabolisme.  Umbi lainnya, seperti ”gadung” mengadung vitamin C cukup tinggi dan bagus untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Oleh karena itu sebagai pemilik potensi yang sangat besar, potensi lokal yang ada secara menyeluruh harus disikapi dengan kearifan lokal, dimana kekayaan kultural bangsa seyogyanya dipertahankan melalui  adanya pendidikan pangan dan pengembangan potensi lokal.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--> 2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Prioritaskan penyediaan makanan (tabungan gizi)</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Adanya prioritas utama untuk kebutuhan pangan di dalam keluarga merupakan cara agar kecukupan gizi setiap kelurga terpenuhi.  Dimana seharusnya keluarga selalu menganggarkan belanjanya untuk membeli bahan makanan sehari-hari yang beraneka ragam guna memenuhi kebutuhan gizi keluarga.  Kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi jenis makanan lain, sehingga diperoleh masukan zat gizi seimbang. Istilah lainnya yaitu tabungan gizi. Pada hal seperti ini adalah bergantung bagaimana mengatur kecukupan sumberdaya dalam keluarga dan variasi yang ingin disajikan. Jika berhasil maka masalah gizi keluarga akan terselesaikan dengan baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><em>Food/nutrition education</em> di komunitas dan sekolah</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Langkah konkret untuk mengatasi masalah gizi adalah denganbekerja bersama di semua level untuk meningkatkan pengetahuan yaitu dengan adanya <em>nutrition education</em>.  Hal seperti ini tentu saja harus didukung semua pihak yang ada. Dengan menyelenggarakan kegiatan pendidikan nutrisi maka pengetahuan akan meningkat dan bila pengetahuan meningkat maka masalah gizi bisa dengan mudah langkah demi langkah teratasi. Sedangkan upaya mengadakan pendidikan nutrisi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara baik itu pendidikan di sekolah, melalui UKS, pendidikan di masyarakat dan keluarga atau dalam kegiatan yang lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ichamiao.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ichamiao.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichamiao.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichamiao.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ichamiao.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ichamiao.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ichamiao.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ichamiao.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ichamiao.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ichamiao.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ichamiao.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ichamiao.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ichamiao.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ichamiao.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ichamiao.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ichamiao.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=11&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/11/waspada-fakta-bahwa-asupan-zat-gizi-di-masyarakat-masih-kurang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48f9899083217d94dfac78ea664d01c6?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">risayuliawulansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Praline Chocolate</title>
		<link>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/07/praline-chocolate/</link>
		<comments>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/07/praline-chocolate/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 08:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risayuliawulansari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dessert]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[chocolate]]></category>
		<category><![CDATA[coklat]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pralin]]></category>
		<category><![CDATA[praline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ichamiao.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Praline Chocolate alias Coklat Pralin sedang populer di Indonesia. Ada beberapa jenis dan bentuk coklat pralin yang telah beredar. Ada coklat pralin bentuk bunga, mobil, boneka, dan lain-lain. Bentuk dan isi pralin dapat juga dimodifikasi tergantung selera dan kreativitas kita sendiri. Cara membuat coklat pralin terbilang gampang-gampang susah. Intinya pada saat mengetim coklat jangan sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=4&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Praline Chocolate alias Coklat Pralin </strong><span style="color:#000000;">sedang</span> populer di Indonesia. Ada beberapa jenis dan bentuk coklat pralin yang telah beredar. Ada coklat pralin bentuk bunga, mobil, boneka, dan lain-lain. Bentuk dan isi pralin dapat juga dimodifikasi tergantung selera dan kreativitas kita sendiri.</p>
<p>Cara membuat coklat pralin terbilang gampang-gampang susah. Intinya pada saat mengetim coklat jangan sampai terkena air atau uap, karena bisa mempengaruhi hasil.</p>
<p>Macam dan jenis cetakan untuk membuat coklat pralin sudah banyak beredar dipasaran. Akan lebih mudah apabila kita mencarinya di toko khusus menjual bahan kue. Disarankan apabila membeli coklat dalam satuan kilo, karena lebih murah dibandingkan dengan membeli batangan.</p>
<p>Rasa coklat yang dijual di pasaran sekarang tidak hanya rasa coklat susu (coklat putih), tetapi sekarang sudah tersedia dengan berbagai rasa seperti; rasa anggur (warna ungu), strowberi (warna pink), mint (warna hijau), lemon (warna kuning).</p>
<p>I like praline chocolate very much&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ichamiao.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ichamiao.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ichamiao.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ichamiao.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ichamiao.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ichamiao.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ichamiao.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ichamiao.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ichamiao.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ichamiao.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ichamiao.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ichamiao.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ichamiao.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ichamiao.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ichamiao.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ichamiao.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ichamiao.wordpress.com&amp;blog=4440872&amp;post=4&amp;subd=ichamiao&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ichamiao.wordpress.com/2008/08/07/praline-chocolate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48f9899083217d94dfac78ea664d01c6?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">risayuliawulansari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
